Rabu, 07 Desember 2011

Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas di RSCM untuk Pria yang Bakar Diri

Domo Bakar diri
Jakarta - Aksi bakar diri yang dilakukan pria misterius di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat mengundang reaksi mahasiswa. Sebagai bentuk solidaritas, para mahasiswa melakukan aksi di depan RSCM, Jl Salemba, Jakarta Pusat.

Aksi solidaritas tersebut dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam Jarkam (Jaringan Kampus). Sebanyak 17 mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Satya Negara Indonesia, Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Islam Jakarta (UIJ) menggelar aksi tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Aksi tersebut dilakukan di Jl Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, tepat di ruas jalan yang menuju ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM. Para pendemo itu membentangkan sebuah spanduk putih berukuran sekitar 2x1 meter.

'Solidaritas Korban Bakar Diri' begitulah bunyi spanduk tersebut.

Para mahasiswa tersebut melakukan orasi di depan RSCM. Sebagai bentuk rasa berkabungnya, mahasiswa meletakkan bunga mawar merah di jalan.

Menurut koordinator aksi, Jati (22), aksi bakar diri pria yang identitasnya masih misterius itu merupakan bentuk kekecewaan masyarakat.

"Korban bakar diri ini menunjukkan rasa kecewa masyarakat terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Pemerintah tidak peka terhadap penderitaan rakyat," kata Jati dengan lantang.

Namun, saat ditanya apakah para pendemo kenal dengan korban, Jati menjawab, "Tidak kenal. Tapi kami prihatin dengan aksinya itu."

Lalu dari mana tahu kalau korban bakar diri itu kecewa dengan pemerintahan? "Karena sebelum membakar diri, dia berteriak akan kesusahannya. Saya tahu informasi itu dari orang istana," katanya tanpa mau menyebut siapa orang istana itu.

Hingga berita ini diturunkan, aksi solidaritas masih berlangsung. Para mahasiswa itu berencana 'menginap' di lokasi hingga kondisi korban pulih.

Sementara itu, tidak ada penjagaan polisi akan aksi tersebut. Arus lalu lintas sedikit tersendat akibat aksi tersebut.
Sumber : Detik
(mei/mok)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar Anda di Kolom ini.

Berbagi